Dalam penilai budaya jawa, peringatan haru lahir lebih mengarah pada weton, yaitu pertemuan antara hari masehi dan haru penanggalan jawa yang bisa ditemui dalam masa sebulan sekali. Weton inilah yang memiliki buntut panjang karena kemudian juga multi guna termasuk perhitungan angka untuk penentuan hari pernikahan bahkan prediksi jodoh.
Dalam satu budaya lain, hari lahir diperingati dalam setahun sekali. Satu sisi mengatakan pertambahan usia, satu sisi mengatakan kurangnya jatah hidup didunia. Keduanya benar, tak ada yang salah. Namun apapun itu lebih baik jika disikapi dengan positif, tanpa hura-hura dan tanpa terlena dengan gemerlap dunia.